Laman

Kamis, 17 Desember 2015

Bersabarlah, Bersyukurlah.



Bersabarlah, Bersyukurlah..

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kemehakuasaan Allah) bagi setiap orang yang sangat sabar dan banyak bersyukur” (QS Luqmaan: 31).

2 Kata perintah itu terus menjadi penghias bio dibeberapa sosial mediaku untuk beberapa waktu.
Aku bukannya sok jadi pendakwah, aku juga bukan orang yang penuh dengan kesabaran.
Sejatinya 2 kata itu hanya ingin ku jadikan sebagai pengingat bagi diriku.
Karena aku anak kuper nan alay, setiap waktu disaat senang ataupun sedih aku pasti langsung cari hp buat buka sosmed dan pasti kalimat itu akan kubaca.

Saat sedih kubuka akunku, sengaja atau tidak aku pasti akan melihat kata “Bersabarlah, Bersyukurlah” dibawah namaku.. aku pasti akan tersentil oleh kata “Bersabar” Aku harus sabar untuk tidak menceritakan kesedihanku pada siapapun apalagi sampai aku buat status. Aku harus bersabar karena Allah, karena Allah sedang menaikan derajatku, karena Allah sayang padaku. Aku harus bersabar karena hanya Allah yang tahu kenapa aku harus bersedih, dan jika aku bersabar Allah pasti punya sesuatu yang sangat indah untukku sehabis badai yang melanda hidupku bisa kulalui tanpa mencurahkannya. Setidaknya itu akan selalu aku imani saat aku ingin sekali mencurahkan kesedihan pada dinding sosial media.

Saat aku senang kubuka akunku, sengaja atau tidak aku pasti akan melihat kata “Bersyukurlah” Meskipun itu berita bahagia, bukan berarti aku harus menceritakan kebahagiaanku pada dunia maya, cukup bersyukur dengan meningkatkan amalan sebagai tanda terimakasih yang tiada tara, Lebih baik syukur ku aku bagikan untuk saudara-saudaraku diluarsana yang sedang kepayahan untuk menafkahi anak-anaknya. Selain itu, bisa jadi kebahagian ku ini jadi sumber dosa bagi oranglain, siapatahu ada seseorang diluar sana yang berkeluh kesah karena takdirnya dan membandingkannya dengan rasa senang yang sedang hinggap padaku kan? Cukuplah allah yang tahu apa yang aku rasakan.

Selain itu, aku juga berharap bio-ku itu dapat menjadi pengingat bagi teman-temanku juga. Karena aku tahu, amalku belum cukup untuk membawaku ke surga, karena aku tahu aku hanya seorang pemalu yang selalu salah memilih kata jika aku ingin berbicara apalagi mengingatkan teman-temanku didunia nyata, Aku hanya ingin menjadi manusia bermanfaat meskipun dengan hal kecil, sekecil bio-ku.

                                                                                           Remembrance of Allah by ambientdream
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar