Laman

Kamis, 08 Oktober 2015

Berteman dengan orang baik saja atau dengan siapapun juga boleh?



Hallo genks, lama tak jumpa.. Udah hampir sebulan ini gak posting apapun diblog huhu maafkan yaa..

Kali ini aku ingin membahas persoalan tentang teman karena ini tahun ajaran baru. Pasti punya banyak teman barukan? Atau punya banyak teman dari berbagai kalangan? Jadi temannya campur gitu bukan cuman orang-orang “baik” aja.

Pernahkan kalian denger orang yang lebih tua bicara “Cari temen itu harus liat latar belakangnya, harus yang baik jangan anak-anak begajulan.” Dan beberapa nasehat yang menjurus kearah “Jangan temenan sama anak nakal.” Agak ngerasa kesel gak? Kalo aku sih iya! Soalnya aku ini tipe orang yang mengakrabkan diri dengan siapapun.

Iyasih emang bener, coba perhatiin sekitar kalo remaja masjid gaulnya sama siapa? Anak punk jalanan sama siapa? Kaum sosialita? Pebisnis? Pasti sama sesamanya kan, mungkin maksud dari nasehat orang yang lebih tua itu agar kita kecipratan baiknya orang “baik”.

Temanku berasal dari berbagai kalangan, dari mulai orang yang terdidik dengan agama yang kental hingga orang yang diasuh oleh orang tua yang masih ngerasa ninggalin shalat itu bukan dosa yang fatal sehingga menjadikan anaknya juga berfikir seperti itu, teman yang berjuang mencari uang untuk menafakahi dirinya sendiri agar bisa lulus sekolah juga aku punya dan aku juga punya banyak teman yang latar belakang ekonominya diatas kemampuan ekonomi keluargaku sehingga kadang aku terpaksa harus mengeluarkan secara paksa isi celenganku untuk mengimbangi gaya hidup mereka, tapi itu bukan masalah. Aku menjadi orang seperti mereka. Aku jadi tahu gimana rasanya menjalani gaya hidup kaum elit, jaelah.

Asik gak sih punya banyak teman? Asik dong pastinya. Siapapun yang punya acara nongkrong bareng pasti aku diundang buat hadir. Makan gratis siapa yang gak mau kan, hehe.

Ketika berteman dengan orang yang latar belakangnya orang “baik” pasti kita juga kena imbasnya, mulai dari adab mereka yang nyiprat dan sedikit demi sedikit mendarah daging padaku hingga mendapat kenalan orang baik lainya. Tapi punya teman yang disebut “nakal” juga gak kalah banyak ko hal asiknya, kaya ada cerita aku punya teman yang dianggap “nakal” nih dia itu sering banget nanya “kamu ikhlas temenan sama aku? Gak takut?” Temenku yang satu ini intinya cerita kalau dia dan keluarganya emang bersifat “seperti itu” sehingga jarang sekali orang mau berteman dengan mereka ya kecuali orang yang sejenis kaya mereka, subhanallah nya itu sebenernya orang kaya mereka itu selalu punya keinginan kuat untuk mempelajari ilmu agama tapi karena ituloh, karena temannya yang terbatas, mereka gak tau harus bertanya pada siapa. Apalagi mereka belum jadi orang yang senang baca.  Jadi jangan takut berteman dengan orang seperti mereka ya^^

Selain itu dulu sebenernya aku pernah ngerasa kok aku aneh banget ya? Bisa akrab sama orang dari berbagai kalangan, kadang aku juga suka iri melihat teman-teman “baik” itu, aku ingin punya teman seperti temannya teman “baik” ku itu. Tapi hingga suatu saat aku tersadar ketika murrobi-ku berkata “Dekati siapa saja, Ambil ilmu dari orang berilmu amalakan untuk orang yang sedang berbelok arah. Tugas kita itu belajar dan mengarahkan” kaya gitulah intinya. Aku yang dulu mengeluh karena punya temen “nakal” kali ini hanya bisa bersyukur ternyata allah percaya padaku sehingga hanya aku yang menjadi seperti ini.

Saat aku kesulitan teman “nakal” biasanya paling depan untuk membela, teman “baik” paling bisa memotivasi untuk bangkit. Kebahagiaan tersendiri ketika hal seperti itu datang.

Tapi kadang ada juga hal tak mengenakan terjadi karena akrab dengan berbagai kalangan seperti ini, Contohnya saja jika terjadi konflik antara si teman “baik” dan teman “nakal”, masing-masing dari mereka pasti mencurahkan isi hatinya padaku dan diakhiri dengan pertanyaan “Si itu cerita apa aja ke kamu?” aku suka bingung harus jawab apa, hingga khirnya aku hanya menjawab “Ya gitu deh, mereka cuman cerita kalo kalian lagi marah-marahan karena ini itu.” Padahal aslinya ga kaya gitu.. Aku berbohong TT.TT

Sejauh dari hal mengasikan dan tak mengenakan ada hal menyebalkan ketika punya teman dari berbagai kalangan yaitu ketika seseorang dengan cerianya berkata “Seseorang itu bisa menjadi sahabat karena vibarasi warna mereka yang sama” Maksudnya apa coba? Maksudnya si teman “baik” itu warnanya putih dan si teman “nakal” itu warna hitam lalu aku yang bersahabat dengan keduanya warnanya apa dong? Abu-abu //banting meja// hehe.




Balik lagi ke nasehat orang yang lebih tua tentang mencari teman harus cari yang baik. Ternyata itu bukan hanya nasehat belaka loh, ternyata itu emang ada ayat-nya dalam Al Qur’an dan memili arti kaya gini

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67).

Dalam ayat itu jelas Allah juga memerintahkan kita untuk mencari teman yang baik agar tetap menjadi teman akrab di hari akhir nanti.

Iman Syafi’i juga pernah berkata
“Jika engkau punya teman yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah, maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau melepaskannya. Karena mencari teman baik itu susah, tetapi melepaskannya mudah sekali” . Diriwayatkan pula dalam hadits “Apabila penghuni syurga telah masuk ke dalam syurga lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu di dunia. Maka mereka pun bertanya kepada Allah SWT, ‘Ya Rabb .. kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia sholat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami…’, maka Allah berfirman ‘Pergilah ke neraka, lalu keluarkan sahabat-sahabatmu yang di hatinya ada iman walaupun hanya sebesar zarrah”

Semoga kita punya banyak teman yang baik akhlaknya agar kelak bisa saling tolong menolong saat diakhir nanti. Aamiin.




Jadi gimana dong? Teman “Nakal” itu harus digimanain? Ditinggalin? Kalo aku sendiri tetep aja temenan sama mereka. Kan aku juga cerita, kebanyakan dari mereka itu menjadi seperti itu karena hebatnya mereka dibesarkan dalam keluarga seperti itu. Hebat kan? Siapa yang mau dibesarkan dalam keluarga seperti itu jika bukan orang hebat. Hebat untuk bertahan hingga akhirnya dapat berhijrah kembali. Dalam perjalan hijrahnya, siapapun pasti ingin punya teman penyemangatkan karena pasti akan banyak sekali hal berliku yang harus mereka lalui? Karena itulah kita menjadi teman mereka agar kita bisa jadi bagian dari penyemangat mereka.

Jadi menurutku yang pemahamannya masih dangkal ini jika kita tidak terbawa arus kearah yang tidak baik tetaplah berteman dengan siapapun itu. Pertemanan dan persahabatan itu diperlukan. Bukankah allah juga memerintahkan hambanya untuk memperpanjang tali silaturahim? Maka dari itulah bertemanlah dengan siapa saja. Karena sesungguhnya kita tak tahu siapa yang akan menjadi baik dimasa depan nanti.

Sekian, Selamat menikmati kisah hidup yang berwarna..

Bonus quote :
Dunia ini adalah abu-abu
Didalam hitam ada putih
Didalam putih ada hitam
Berhentilah menilai hitam dan putihnya kehidupan
Berhentilah menilai orang lain

Setiap orang memiliki cerita hidupnya masing-masing
Tiap orang memiliki kisah kehidupannya sendiri-sendiri
Tiap orang sedang berjuang
Setiap orang sedang berusaha untuk menjadi dirinya yang lebih baik
Setiap orang sedang belajar menjadi dirinya sendiri

Siapa dirimu sehingga berhak untuk menghakimi orang lain?
Siapakah dirimu sehingga merasa dirimu lebih baik, lebih suci, lebih terhormat
Apakah dengan kata-kata bijak membuatmu lebih bijak?
Bila yang kamu tunjukan hanyalah untuk menjadapat pujian dari orang lain
Maka itu adalah kesombongan,  Itulah hitam didalam putih

Sebaliknya ada mereka yang hidup di dalam dunia hitam
Sangat peduli kepada sesama temannya yang hidup dalam kegelapan
Mereka tetap berharap, tetap berjuang untuk kehidupannya yang lebih baik
Mereka adalah putih di dalam hitam

Berhentilah menilai orang lain dari penampilannya, lihatlah hatinya
Karena apa yang kamu lihat adalah gambaran yang ada di dalam hatimu sendiri
Bila hatimu tenang dan penuh kebaikan,
Bahkan di tempat2 gelap sekalipun
Dirimu akan sanggup untuk menunjukkan kebaikan hatimu
Mengucapkan terima kasih, memberikan sesuatu yang lebih
Karena sebuah tindakan nyata sangatlah berarti
Sebuah pengalaman langsung sangatlah bermakna


Tidak selamanya dirimu berada di tempat yang terang dan penuh cahaya
 Tidak selamanya pula dirimu meringkuk di dalam kegelapan
 Dunia ini berputar dalam siang dan malam
keduanya sangat bermakna
Apakah siang hari memusuhi malam hari
Ataukah malam hari memusuhi siang
 Apakah Cahaya memusuhi kegelapan
Ataukah sebaliknya kegelapan berperang dengan cahaya


Di dalam kegelapan ada cahaya
Di dalam cahaya ada bayangan hitam
Keseimbangan, Balance, Harmoni.
Itulah yang ingin ditunjukkan dunia kepada kita
Seimbanglah, harmonikanlah dirimu sendiri

Jadilah dirimu sendiri tanpa harus berharap ingin dipuji atau diakui
Jadilah dirimu sendiri tanpa harus merasa rendah diri atau tidak berarti
Dirimu itu sangatlah berarti temanku, benar-benar berarti
Walaupun saat ini dirimu berada dalam kegelapan hidup yang sangat susah untuk keluar
Dirimu tetap sangat berarti
Selalu ada harapan untukmu temanku, selalu ada harapan

--Ryuk, Death Note--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar