Hallo genks, lama tak jumpa.. Udah hampir sebulan ini gak
posting apapun diblog huhu maafkan yaa..
Kali ini aku ingin membahas persoalan tentang teman karena
ini tahun ajaran baru. Pasti punya banyak teman barukan? Atau punya banyak
teman dari berbagai kalangan? Jadi temannya campur gitu bukan cuman orang-orang
“baik” aja.
Pernahkan kalian denger orang yang lebih tua bicara “Cari temen itu harus liat latar
belakangnya, harus yang baik jangan anak-anak begajulan.” Dan beberapa
nasehat yang menjurus kearah “Jangan
temenan sama anak nakal.” Agak ngerasa kesel gak? Kalo aku sih iya! Soalnya
aku ini tipe orang yang mengakrabkan diri dengan siapapun.
Iyasih emang bener, coba perhatiin sekitar kalo remaja
masjid gaulnya sama siapa? Anak punk jalanan sama siapa? Kaum sosialita?
Pebisnis? Pasti sama sesamanya kan, mungkin maksud dari nasehat orang yang
lebih tua itu agar kita kecipratan baiknya orang “baik”.
Temanku berasal dari berbagai kalangan, dari mulai orang
yang terdidik dengan agama yang kental hingga orang yang diasuh oleh orang tua
yang masih ngerasa ninggalin shalat itu bukan dosa yang fatal sehingga
menjadikan anaknya juga berfikir seperti itu, teman yang berjuang mencari uang
untuk menafakahi dirinya sendiri agar bisa lulus sekolah juga aku punya dan aku
juga punya banyak teman yang latar belakang ekonominya diatas kemampuan ekonomi
keluargaku sehingga kadang aku terpaksa harus mengeluarkan secara paksa isi
celenganku untuk mengimbangi gaya hidup mereka, tapi itu bukan masalah. Aku
menjadi orang seperti mereka. Aku jadi tahu gimana rasanya menjalani gaya hidup
kaum elit, jaelah.
Asik gak sih punya banyak teman? Asik dong pastinya.
Siapapun yang punya acara nongkrong bareng pasti aku diundang buat hadir. Makan
gratis siapa yang gak mau kan, hehe.
Ketika berteman dengan orang yang latar belakangnya orang “baik” pasti kita juga kena imbasnya,
mulai dari adab mereka yang nyiprat
dan sedikit demi sedikit mendarah daging padaku hingga mendapat kenalan orang
baik lainya. Tapi punya teman yang disebut “nakal”
juga gak kalah banyak ko hal asiknya, kaya ada cerita aku punya teman yang
dianggap “nakal” nih dia itu sering
banget nanya “kamu ikhlas temenan sama
aku? Gak takut?” Temenku yang satu ini intinya cerita kalau dia dan
keluarganya emang bersifat “seperti itu” sehingga jarang sekali orang mau berteman
dengan mereka ya kecuali orang yang sejenis kaya mereka, subhanallah nya itu
sebenernya orang kaya mereka itu selalu punya keinginan kuat untuk mempelajari
ilmu agama tapi karena ituloh, karena temannya yang terbatas, mereka gak tau
harus bertanya pada siapa. Apalagi mereka belum jadi orang yang senang baca. Jadi jangan takut berteman dengan orang
seperti mereka ya^^
Selain itu dulu sebenernya aku pernah ngerasa kok aku aneh
banget ya? Bisa akrab sama orang dari berbagai kalangan, kadang aku juga suka
iri melihat teman-teman “baik” itu,
aku ingin punya teman seperti temannya teman “baik” ku itu. Tapi hingga suatu saat aku tersadar ketika murrobi-ku
berkata “Dekati siapa saja, Ambil ilmu
dari orang berilmu amalakan untuk orang yang sedang berbelok arah. Tugas kita
itu belajar dan mengarahkan” kaya gitulah intinya. Aku yang dulu mengeluh
karena punya temen “nakal” kali ini hanya
bisa bersyukur ternyata allah percaya padaku sehingga hanya aku yang menjadi
seperti ini.
Saat aku kesulitan teman “nakal” biasanya paling depan untuk membela, teman “baik” paling bisa memotivasi untuk
bangkit. Kebahagiaan tersendiri ketika hal seperti itu datang.
Tapi kadang ada juga hal tak mengenakan terjadi karena akrab
dengan berbagai kalangan seperti ini, Contohnya saja jika terjadi konflik
antara si teman “baik” dan teman “nakal”, masing-masing dari mereka
pasti mencurahkan isi hatinya padaku dan diakhiri dengan pertanyaan “Si itu cerita apa aja ke kamu?” aku
suka bingung harus jawab apa, hingga khirnya aku hanya menjawab “Ya gitu deh, mereka cuman cerita kalo
kalian lagi marah-marahan karena ini itu.” Padahal aslinya ga kaya gitu..
Aku berbohong TT.TT
Sejauh dari hal mengasikan dan tak mengenakan ada hal
menyebalkan ketika punya teman dari berbagai kalangan yaitu ketika seseorang
dengan cerianya berkata “Seseorang itu
bisa menjadi sahabat karena vibarasi warna mereka yang sama” Maksudnya apa
coba? Maksudnya si teman “baik” itu
warnanya putih dan si teman “nakal”
itu warna hitam lalu aku yang bersahabat dengan keduanya warnanya apa dong?
Abu-abu //banting meja// hehe.
Balik lagi ke nasehat orang yang lebih tua tentang mencari
teman harus cari yang baik. Ternyata itu bukan hanya nasehat belaka loh,
ternyata itu emang ada ayat-nya dalam Al Qur’an dan memili arti kaya gini
“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya
menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS.
Az-Zukhruf: 67).
Dalam ayat itu jelas Allah juga memerintahkan kita untuk
mencari teman yang baik agar tetap menjadi teman akrab di hari akhir nanti.
Iman Syafi’i juga pernah berkata
“Jika engkau punya teman yang selalu
membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah, maka peganglah erat-erat dia,
jangan pernah kau melepaskannya. Karena mencari teman baik itu susah, tetapi
melepaskannya mudah sekali” . Diriwayatkan pula dalam hadits “Apabila penghuni
syurga telah masuk ke dalam syurga lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat
mereka yang selalu bersama mereka dahulu di dunia. Maka mereka pun bertanya
kepada Allah SWT, ‘Ya Rabb .. kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang
sewaktu di dunia sholat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama
kami…’, maka Allah berfirman ‘Pergilah ke neraka, lalu keluarkan
sahabat-sahabatmu yang di hatinya ada iman walaupun hanya sebesar zarrah”
Semoga kita punya banyak teman yang baik akhlaknya agar
kelak bisa saling tolong menolong saat diakhir nanti. Aamiin.
Jadi gimana dong? Teman “Nakal”
itu harus digimanain? Ditinggalin? Kalo aku sendiri tetep aja temenan sama
mereka. Kan aku juga cerita, kebanyakan dari mereka itu menjadi seperti itu
karena hebatnya mereka dibesarkan dalam keluarga seperti itu. Hebat kan? Siapa
yang mau dibesarkan dalam keluarga seperti itu jika bukan orang hebat. Hebat
untuk bertahan hingga akhirnya dapat berhijrah kembali. Dalam perjalan
hijrahnya, siapapun pasti ingin punya teman penyemangatkan karena pasti akan
banyak sekali hal berliku yang harus mereka lalui? Karena itulah kita menjadi
teman mereka agar kita bisa jadi bagian dari penyemangat mereka.
Jadi menurutku yang pemahamannya masih dangkal ini jika kita
tidak terbawa arus kearah yang tidak baik tetaplah berteman dengan siapapun
itu. Pertemanan dan persahabatan itu diperlukan. Bukankah allah juga
memerintahkan hambanya untuk memperpanjang tali silaturahim? Maka dari itulah
bertemanlah dengan siapa saja. Karena sesungguhnya kita tak tahu siapa yang
akan menjadi baik dimasa depan nanti.
Sekian, Selamat menikmati kisah hidup yang berwarna..
Bonus quote :
Dunia ini adalah
abu-abu
Didalam hitam ada
putih
Didalam putih ada
hitam
Berhentilah menilai
hitam dan putihnya kehidupan
Berhentilah menilai
orang lain
Setiap orang memiliki
cerita hidupnya masing-masing
Tiap orang memiliki
kisah kehidupannya sendiri-sendiri
Tiap orang sedang
berjuang
Setiap orang sedang
berusaha untuk menjadi dirinya yang lebih baik
Setiap orang sedang
belajar menjadi dirinya sendiri
Siapa dirimu sehingga
berhak untuk menghakimi orang lain?
Siapakah dirimu
sehingga merasa dirimu lebih baik, lebih suci, lebih terhormat
Apakah dengan
kata-kata bijak membuatmu lebih bijak?
Bila yang kamu
tunjukan hanyalah untuk menjadapat pujian dari orang lain
Maka itu adalah
kesombongan, Itulah hitam didalam putih
Sebaliknya ada mereka yang hidup di dalam dunia hitam
Sangat peduli kepada sesama temannya yang hidup dalam
kegelapan
Mereka tetap berharap, tetap berjuang untuk kehidupannya
yang lebih baik
Mereka adalah putih di dalam hitam
Berhentilah menilai orang lain dari penampilannya, lihatlah hatinya
Berhentilah menilai orang lain dari penampilannya, lihatlah hatinya
Karena apa yang kamu lihat adalah gambaran yang ada di
dalam hatimu sendiri
Bila hatimu tenang dan penuh kebaikan,
Bahkan di tempat2 gelap sekalipun
Dirimu akan sanggup untuk menunjukkan kebaikan hatimu
Mengucapkan terima kasih, memberikan sesuatu yang lebih
Karena sebuah tindakan nyata sangatlah berarti
Sebuah pengalaman langsung sangatlah bermakna
Tidak selamanya dirimu berada di tempat yang terang dan penuh cahaya
Tidak selamanya
pula dirimu meringkuk di dalam kegelapan
Dunia ini berputar
dalam siang dan malam
keduanya sangat bermakna
Apakah siang hari memusuhi malam hari
Ataukah malam hari memusuhi siang
Apakah Cahaya
memusuhi kegelapan
Ataukah sebaliknya kegelapan berperang dengan cahaya
Di dalam kegelapan ada cahaya
Di dalam cahaya ada bayangan hitam
Keseimbangan, Balance, Harmoni.
Itulah yang ingin ditunjukkan dunia kepada kita
Seimbanglah, harmonikanlah dirimu sendiri
Jadilah dirimu sendiri tanpa harus berharap ingin dipuji
atau diakui
Jadilah dirimu sendiri tanpa harus merasa rendah diri
atau tidak berarti
Dirimu itu sangatlah berarti temanku, benar-benar berarti
Walaupun saat ini dirimu berada dalam kegelapan hidup
yang sangat susah untuk keluar
Dirimu tetap sangat berarti
Selalu ada harapan untukmu temanku, selalu ada harapan
--Ryuk, Death Note--
--Ryuk, Death Note--
Tidak ada komentar:
Posting Komentar