Annyeong chingudeul, Neo
bogosippoyo nae? —Ehe apaan ini—
Pada kesempatan ini untuk meramaikan blog
fakir artikel dengan berbagi sedikit kisahku, kisah tentang seorang remaja —yang
tak tahu arah— dan akhirnya jatuh cinta pada
sekelompok pria yang bisa bernyanyi sembari joged-joged. Boyband.
Pada tahun 2009 kebetulan saat itu para
gadis di desa Buah dua Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung sedang
ramai-ramainya membicarakan sesosok pria tampan bernama Kim Beom. Aku yang memang dasarnya jarang nonton tv hanya bisa molohok sabari ngacai ketika mereka asik
mengoceh tentang pria itu. Pada akhirnya saat stasiun TV Indosiar mengulang drama berjudul “Boys
Before Flower” aku-pun terpaksa menonton karena penasaran akan sosok Kim Beom yang disedang digandrungi itu —dan jedar akhirnya aku malah jatuh
cinta pada semua anggota F4 terutama
pemeran Jihoo alias Kim Hyun Jeong. Dan
saat itulah kisahku sebagai Kpop fangirl bermulai.
Aku yang dulu tak pernah berfikir untuk
mencari pacar seperti gadis lainya, lebih senang mencari tahu sesuatu yang aku
belum tahu dan jika aku sudah tahu biasanya itu akan ku jadikan kegemaran. F4 adalah contohnya, Aku tidak akan
merasa puas jika aku tidak tahu tentang mereka. Saat itu —Akhir
tahun 2009—
aku tidak langsung
mencari tahu semua tentang F4 tapi aku memulai aktifitas yang kusebut fangirling
itu pada pertengahan 2010. Disitu aku membuat sebuah akun facebook yang
sekarang memiliki username “Plika chu” untuk mencari orang yang mengerti akan
apa yang aku rasakan. Padahal dulu aku masih dilarang membuat akun facebook
oleh kakakku.
Hingga akhirnya aku memiliki banyak
teman yang seperti diriku dari berbagai belahan bumi, mulai dari luar pulau
jawa hingga luar Indonesia. Mereka selalu memberi tahu info terbaru tentang F4. Dan suatu hari seseorang menandai
diriku dalam video berjudul SHINEe - LUCIFER
dari situlah aku mengenal istilah Boyband.
Seperti yang aku ceritakan tadi, aku ini
senang mencari sesuatu yang aku tak tahu, Aku tidak pernah melihat sekelompok
pria —Dinegaraku— yang bernyanyi sembari
melakukan gerak tari, selain bernyanyi ada juga pria yang melakukan rap,
menurutku itu hal yang keren untuk dilakukan. Dan Akupun berpindah hati dari F4 pada SHINEe tapi jatuh cintaku itu tak berlangsung lama karena pada
bulan September 2010 aku jatuh cinta pada Super
Junior.
Aku suka SJ karena ini, beneran keren. walau sebenernya dulu mv SJ yang pertama aku lihat itu sorry sorry
1 Tahun berlalu akupun bertemu dengan
komunitas ELF di Bandung. Saat itu ELF Bandung akan mengadakan sebuah
gathering gratis untuk mendebutkan sebuah coverdance.
Aku yang juga tak pernah tahu apa itu coverdance
tertarik untuk hadir di gath tersebut. Aku bertemu banyak teman baru dan sesuatunya
ternyata banyak sekali fans Super Junior
yang berasal dari kecamatan yang sama denganku. Aku dekat dengan salah satunya.
Namanya Tita, aku memanggilnya Tita Eonni.
Tita Eonni sangat baik terhadapku,
selain menjadi teman satu fandom pertamaku didunia nyata, Eonni ini selalu
mengajakku pergi ke acara coverdance
hingga festival korea. Hampir setiap minggu aku pergi ke acara seperti itu padahal
saat itu uang jajanku hanya 30rb perminggu. Dan sejujurnya saat ini aku gak
ngerti kenapa dulu aku bisa setiap minggu pergi ke kota dengan uang jajan yang
hanya segitu.
Dalam 1 tahun itu aku juga menyukai
boyband lain selain Super Junior
yang bernama Boyfriend. Sejujurnya
saat Boyfriend debut —Boyfriend
debut
pake baju pink loh ya, inget— aku sangat sangat memandang mereka sebelah
mata tapi semua itu berubah saat Boyfriend
mengeluarkan single barunya yang
berjudul “Don’t Touch My Girl”. Mereka manly banget, dan aku suka member yang
memakai kostum dengan kerah tinggi dan bersuara lembut –Lee Jeongmin. Dan aku bener-bener kaget pas liat teaser debut “Lets
Get It Started.” Aku kira itu bukan mereka. Hee
Saat aku membaca fakta-fakta tentang Boyfriend, aku semakin tertarik pada
mereka. Meskipun agak tertipu dengan fakta yang mengatakan kalau Lee Jeongmin adalah member yang
misterius tapi aku tetap jatuh cinta dan akhirnya aku mengabdikan diriku untuk
menjadi Bestfriend dan melepas
fandom pertamaku.
Jeongmin si pria dengan kerah tinggi yang mencuri perhatianku
Mungkin bagi sebagian orang hal yang ku
lakukan ini adalah pekerjaan seorang remaja labil. Tapi jika mereka tahu
bagaimana rasanya hatiku saat itu mungkin mereka akan merubah pemikiranya itu.
Aku berganti fandom dan hanya menjadi only Bestfriend
bukan karena aku bosan tapi karena sesuatu yang menyerang hatiku. Rasanya
sangat sakit sekali saat banyak ucapan dilayangkan untuk diriku yang bertambah
fandom, daripada aku terus dilakukan seperti itu aku berfikir lebih baik aku
melepaskan diri dari fandom pertamaku itu. Ah sudahlah, tapi ELF yang sudah
dewasa gak gitu sih, pas aku bikin status tentang kekecewaanku mereka malah
minta maaf.
Lama juga tak bertemu dengan Tita Eonni.
Aku bertemu dengan Pipit Eonni, Pipit Eonni adalah Bestfriend yang ku kenal pertama didunia nyata. Aku pergi bersama
ke gathering Bestfriend bersamanya
dan seorang kenalannya yang juga menjadi temanku. Namanya Ayu Eonni. Selain
Pipit Eon dan Ayu Eon aku juga bertemu dengan Indah. Dia seumuran denganku dan
satu kecamatan denganku. Mereka sangat baik, walau tak pernah bertemu lagi
setelah gathering itu —20 Mei 2012— kami masih
saling menanyakan kabar. Saat aku merasa tertekan oleh teman-temanku Pipit Eon
dan Ayu Eon selalu menjadi pendengar yang baik, mereka selalu memberikan solusi
untukku.
okesip difoto ini aku yang paling cupu wk~
Semakin hari aku semakin menjadi fanatik
pada Boyfriend, hingga saat boyband baru bermunculan dan beberapa Bestfriend yang ku kenal berpindah
fandom. Aku pun melakukan hal yang sama seperti yang orang-orang lakukan padaku
dulu. He aku nyindir semua orang yang pindah fandom itu, aku mengeluarkan
kata-kata buruk untuk mereka. Duh. Padahal aku harusnya biarin aja, kalo bosen
mereka juga pasti balik ke Boyfriend
lagi. Maafkan ya, dulu sepertinya aku memang gadis labil. Tapi dulu itu lihat
orang yang pindah fandom rasanya kaya kita udah berbagi kekasih dengan mereka
tapi pas lihat yang lebih mereka malah mencampakan kekasih bersama itu, kekasih
kita pasti sedih kan. Jadi aku takut Boyfriend
sedih, lebay.
Sayang, pada pertengahan tahun 2014. Aku
mulai mengurangi intensitas fangirlingku —aku
banyak menghabiskan waktu untuk menonton anime dan mengejar pelajaran yang ku
tinggalkan saat praktek kerja industri—
. Aku hanya sesekali
melirik Boyfriend tapi aku tetap
senang membaca fanfiction sih. Saat
awal 2015 aku mulai seperti diriku yang dulu. Karena saat itu aku sedang me-research gerakan tari dari kpop grup
untuk ku pelajari dan tampilkan dalam ujian praktik seni budaya dan mencari
informasi untuk dijadikan bahan artikel pada tugas majalahku.
Selain itu pada tahun 2015 dua teman
sekelasku terang-terangan mendeklarasikan diri sebagai kpoper jadi sisi
fangirlku merasa terpanggil ahay. Oh ya temanku itu sekarang sudah jadi author
fanfict loh, kalo gak salah nama penanya itu Sparkling 90’s. Aku senang membaca fanfictnya, mereka hebat. Karena
melihat temanku berkarya aku jadi mendadak belajar menggunakan Paint Tool sai
agar aku bisa membuat fanart untuk para artis Starship Planet. Aku juga harus berkarya, intinya.
Ngomongin Starship Planet sebenarnya aku bukan pure Bestfriend, karena aku juga suka artis lain dari Starship lagian aku juga gak pernah
kesampean beli albumnya Boyfriend.
Hehe.
[Bonus pic] Jeongmin dan calon mertuaku
Note : Sekian
dulu kisahku ini, niatnya aku ingin berbagi kisahku lainya.
Seperti awal
mula suka sama anime atau bahkan kisah yang mungkin jadi inspirasi seperti awal
mulanya aku —introvert— yang jadi
manusia berkomunitas dan kisah hijrah menggunakan pakaian sesuai syariat islam
dan.
Terimakasih
sudah membaca, harap meninggalkan komentar agar kita bisa menjadi teman(?)
Chu from me,
Plika ;))





Wahhh gue juga dulunya dari BBF hehe. Salam kenal ya! Eh cek cerita gue juga yuk :D https://marshmallowgosong.wordpress.com/2016/07/04/kpop-era/
BalasHapusmampir di blog aku juga dong ka ^^
BalasHapushttps://chocoplanetnuvbloog.wordpress.com/2017/08/25/welcome-to-k-pop-3/