infjramblings.com
"Yu, kamu ko jadi akhwat (perempuan) judes banget sih?" Pertanyaan itu terlontar dari sesosok pria yang sepertinya udah sebel banget sama sifatku ini. Hmm, aku harus jawab apa? Sejudes-judesnya diriku gak pernah ada yang sampe berani bilang kaya gini. Selama 18 tahun menjadi tamu didunia ini hanya kalimat "Dulu aku kira kamu orangnya judes, tapi ternyata engga ya." yang biasanya aku dengar bukan kalimat kaya pria itu tanyakan, tapi dari pertanyaan makhluk yang dinamakan pria diatas aku menyimpulkan secara gak sadar ternyata aku masih belum membuka diriku untuk dia karena pandangannya terhadapku masih seperti itu, Tak apa. Berarti aku masih belum percaya kepada dia.
Lalu aku harus gimana dong? Aku harus mendadak act nice in front of he? Biar dia senang atas kehadiranku? No!! Jangan dong. Aku ya Aku, tetep jadi aku yang biasanya, aku yang dia anggap judes, aku gak boleh berakting layaknya orang orang lain, aku gak perlu berusaha membuat dia merubah pandangannya terhadapku. Dan sesungguhnya aku selalu menanamkan keyakinan "Jangan pernah berusaha menjadi orang lain agar disukai orang, tetaplah menjadi aku, aku dengan pesona yang berbeda dan percayalah pasti akan selalu ada orang yang menyukai sifatku ini."
Kepribadian itu terbentuk oleh lingkungan sekitar, Kepribadianku ini terbentuk didalam rumahku. Jika aku tak senang berkata-kata, tak menyukai sebuah candaan dan banyak tertawa itu karena lingkungan sekitar tempatku tumbuh ya seperti ini. Lalu apakah pantas seseorang menjudge diriku hanya karena apa yang iya lihat dari diriku? Jika iya, aku harus apa? apa aku harus menyalahkan keluargaku atas semua ini? Gak kan? Berhentilah menilai orang lain karena apa yang kita lihat belum tentu benar adanya.
Bukan masalah ketika kita terlahir menjadi pendiam dan terlihat judes, yang menjadi masalah adalah jika sifat pendiam pada diri kita menjadi "pembatas" sehingga kita tak mampu berkembang, tak mau bersosialisasi karena tak suka berbicara.
pict from kartun muslimah
Terlepas dari sifatku ini, menurutku hal ini sebenernya gak buruk-buruk amat kalau kita merujuk pada firman Allah swt dalam surat al ahzab ayat ke 32
"Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang
lain jika kamu bertaqwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara
dengan mendayu-dayu sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit
dalam hatinya.”
Tau kan kalo orang judes itu cara bicaranya gimana? flat. Jangankan mendayu-dayu, Kedengerannya aja kaya orang gak niat idup kan? Ya jadi tetaplah menjadi diri sendiri karena mau kaya gimanapun kita pasti akan selalu ada orang yang gak suka dan terus semangat untuk menjadi kita yang "ada apanya", maksudnya jadi inspirasi untuk orang lain hehe dan walau sebagai orang judes, tetaplah harus ramah terhadap orang lain, jangan sampe ketika ketemu kenalan dijalan gak nyapa-nyapa acan. Jangan gitu ya~ Wallahu A'lam Bishawab


Tidak ada komentar:
Posting Komentar